Arsip untuk Uncategorized

Web 2.0 web 3.0 ??

Jika dunia seluler dikenal istilah 3G, maka di Internet ada yang namanya Web 3.0. Wow, apa pula ini? Apa bedanya dengan Web 2.0 yang sekarang sedang marak? Jangan salah, ternyata orang Indonesia juga sudah ada yang mengembangkannya. Saat ini kita memasuki generasi kedua dari website atau disebut dengan web 2.0. Pada generasi sebelumnya yaitu web 1.0 memiliki ciri-ciri umum yang mencolok yaitu consult, surf dan search. Jadi pada jaman web 1.0 kita kebanyakan hanya sekedar mencari atau browsing untuk mendapatkan informasi tertentu. Sosial Kemudian hadir web 2.0 untuk menggantikan Web 1.0 dimana interaksi sosial di dunia maya sudah menjadi kebutuhan sehingga era Web 2.0 ini memiliki beberapa ciri mencolok yaitu share, collaborate dan exploit. Di era Web 2.0 sekarang, penggunaan web untuk berbagi, pertemanan, kolaborasi menjadi sesuatu yang penting. Web 2.0 hadir seiring maraknya pengguna blog, Friendster, Myspace, Youtube dan Fickr. Jadi disini kehidupan sosial di dunia maya benar-benar terasa. Era Web 2.0 tidak membutuhkan orang jenius yang hanya berkutat sendiri di ruang tertutup atau laboratorium untuk membuat teknologi baru yang dipatenkan agar membuat dirinya menjadi terkenal. Tapi era ini lebih membutuhkan orang untuk saling berbagi ilmu, pengalaman atau lainnya sehingga terbentuk komunitas online besar yang menghapuskan sifat-sifat individu. Namun lambat laun kebiasaan dan kebutuhan orang di dunia maya selalu berubah dan bertambah. Hal ini juga sejalan dengan semakin cepatnya akses internet broadband dan teknologi komputer yang semakin canggih. Jika pada telekomunikasi sudah mulai terdengar isu era 4G, begitu juga yang terjadi pada dunia website yang juga memunculkan isu akan segera hadirnya era baru yaitu Web 3.0. Teknologi web generasi ketiga ini merupakan perkembangan lebih maju dari Web 2.0 dimana disini web seolah-olah sudah seperti kehidupan di alam nyata. Web 3.0 memiliki ciri-ciri umum seperti suggest, happen dan provide. Jadi, disini web seolah-olah sudah seperti asisten pribadi kita. Web mulai mengerti kebutuhan kita dengan bisa memberi saran atau nasehat kita, menyediakan apa yang kita butuhkan. Dengan menggunakan teknologi 3D animasi, kita bisa membuat profil avatar yang sesuai dengan karakter, kemudian melakukan aktivitas di dunia maya seperti layaknya di dunia nyata. Kita bisa berjalan-jalan, pergi ke mall, bercakap-cakap dengan teman yang lain. Ya, Web 3.0 adalah dunia virtual kita. Buatan Indonesia Di web 3.0 ini, sudah terjadi konvergensi yang sangat dekat antara dunia TI dengan dunia telekomunikasi. Dunia web dan telco berkembang pesat seiring dengan kebutuhan pengguna. Penggunaan perangkat TI dan telekomunikasi nantinya sudah seperti sama saja tidak ada bedanya. Saat ini saja pertanda seperti itu sudah mulai bisa kita rasakan walaupun masih belum sempurna. Kita bisa menonton tivi di ponsel atau komputer, bisa mengakses internet di ponsel, bisa melakukan SMS dan telepon dari komputer. Ya karena konvergensi terhadap berbagai perangkat seperti hukum alam yang tidak bisa dielakkan. Semua mengalami evolusi menuju dunia yang lebih maju. Apakah saat ini sudah ada website sebagai pertanda bakal masuknya era web 3.0? Ya, model web 3.0 sudah bisa dirasakan salah satunya adalah pada situs secondlife.com . Dan yang juga cukup membanggakan kita adalah, Indonesia sudah mampu untuk masuk ke dunia Web 3.0 ini dengan hadirnya lilofriends.com . Situs yang sudah mendekati model Web 3.0 asli karya anak bangsa yang dikembangkan oleh dikembangkan oleh Li’L Online Games dengan engine dari Altermyth Studio. Hmm…anak Indonesia hebat-hebat kan? Banyak lagi contoh lain karya anak bangsa berkualitas tinggi yang patut menjadi kebanggaan dan tidak kalah dengan produk buatan bangsa lain. Saatnya ayo berkarya terus memajukan Indonesia!

sumber : Netsains

Tinggalkan sebuah Komentar

Stress sabtu pagi

Sabtu pagi, setelah mandi siap-siap berangkat ke kampus. Pas pake celana, cari dompet .. Wah kemana ya dompet?!!??. Dicari di celana yang tadi malam dipakai, nihil??. Operasi semut dilakukan di kamar kos hasil tetap nihil. Wah hilang !!!! Inget2 lagi dimana duduk, dan pergi tadi malam. Semalam, makan di warung kopi citro deket tempat kos sambil ngenet, terus pulang duduk di depan tipi, ngobrol agak lama di kamar mas bagus tentang pembiayaan kesehatan, trus kemana lagi?. Tanya mas bagus, gak ada juga ketinggalan dompet. Pergi ke warung kopi citro, masih tutup. Balik lagi ke tempat kos, wah gimana ini? Balik lagi sama juhaeri ke citro masih tutup, tanya tempat kos belakang citro. Buka jam 10 mas, ya udah kita tunggu jam 10, ternyata masih tutup. Ya udah lah nanti sore aja. Telpon call center atm, minta di blokir atm.
Siang hari pas solat dzuhur, ada crew citro ke tempat kos, antar tuh dompet. Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pengasih, Akhirnya dompet beserta isinya diantar sama crew warkop citro dalam keadaan utuh. Terima kasih Ya Allah, terimakah crew citro yang jujur..

Tinggalkan sebuah Komentar

Pil Wireless dan Ponsel Khusus Pasien Diabetes

detikinet

Teknologi wireless ketika ditautkan ke dalam dunia kesehatan rupanya bisa bersinergi dengan baik. Sejumlah alat canggih nan menarik besutan Qualcomm ini misalnya, Pil Wireless dan ponsel khusus pasien diabetes.

Chip yang berukuran mini rupanya tidak hanya bisa dimasukkan ke dalam perangkat elektronik semisal ponsel. Tapi juga bisa disusupkan ke dalam tubuh manusia. Caranya adalah dengan menempelkannya dengan sebuah pil (obat butir) yang akan ditelan oleh manusia.

Dijelaskan oleh Don Jones, Vice President Qualcomm Health & Life Science, chip tersebut ketika sudah ditelan nantinya bukan berfungsi sebagai obat yang menyembuhkan seseorang dari suatu penyakit. Namun lebih berfungsi sebagai perangkat wireless.

“Nantinya bisa dimanfaatkan untuk bermacam-macam, seperti untuk melacak orang yang telah menelannya, sensor atau keperluan medis lainnya,” ujarnya kepada sejumlah wartawan di sela ajang Qualcomm Editor’s Day, di San Diego, Amerika Serikat.

Lain lagi dengan perangkat yang dipamerkan satunya yakni ponsel yang khusus dibuat untuk pasien diabetes. Kenapa demikian? Sebab, di bagian bawah ponsel tersebut terdapat alat tambahan yang bisa dipakai pasien untuk memeriksa kadar gula darahnya. Sehingga dapat lebih lebih efektif dalam hal pengawasan.

Dilihat sekilas, ponsel ini sama seperti ponsel lain pada umumnya. Hanya saja bagian keypad ponsel ini dibuat lebih besar. “Hal itu memang sengaja dilakukan, karena ponsel ini lebih ditujukan untuk para orang tua,” tukas Jones.

Meski bukan berasal dari industri kesehatan, Jones coba meyakinkan para pengguna bahwa alat ini dapat bekerja dengan baik dan sesuai prosedur kesehatan. Sebab untuk mengerjakannya, Qualcomm juga menggandeng sejumlah pelaku industri farmasi dan alat kesehatan untuk menjamin kualitas dari alat-alat tersebut.

Kedua produk di atas sendiri merupakan segelintir dari sederet alat kesehatan berbasis teknologi wireless yang digawangi Qualcomm. Selain itu ada Wireless Controlled Drug Delivery, Enviromental Sensors, Therapy management Systems, dan masih banyak lagi

Tinggalkan sebuah Komentar

Satu lagi website yang menghina Nabi Muhammad

Linknya saya dapat dari forum sebelah. Sebuah website yang menampilan komik yang menghina Nabi Kita Muhammad SAW. Ini linknya : komikmuhammad.t35.com/MuhammadMariya2.htm

Tinggalkan sebuah Komentar

Penikmat Internet Kelas Pinggiran

Judulnya aneh ya?, tapi kayaknya tepat buat saya sebagai rakyat indonesia yang masih beruntung dapat berkenalan dengan internet, walaupun di pinggiran.

Apa sih menariknya internet??! Banyak sekali orang ingin mengenal internet dengan berbagai alasan. Hanya sekedar iseng mengisi waktu luang? Menghidupkan kompor di dapur? Ingin silaturahmi? Ingin belajar? Cari ilmu? Sekolah di internet? Kayaknya Bisa semua ya! Termasuk mungkin cari duit tak halal xi..xi..xi..!!! .

Kembali ke masalah kelas pinggiran, ..nanti dulu! Dimulai dari sejarah dulu kayaknya. Pertama kenal internet, karena gak ada kerjaan! Asli, iseng karena luntang-lantung kagak ada kerjaan di pontianak selama 2 bulan sendirian, tanpa sanak saudara.. Sedih? …Gak juga enjoy aja!.
Selain ngitemin kulit dengan jalan kaki dari a yani-kampung bali- kapuas-gajah mada (berapa kilo ya jalan kakinya?,), yaitu ngadem di warnet telkom, lumayan abis jalan ngadem sambil browsing. Dari iseng akhirnya, silaturahmi dengan keluarga, rekans, fans nun jauh di seberang lautan (laut jawa).
Setelah ada kejelasan masa depan/kerjaan, yah nebeng deh di tempat kerjaan nginternetnya.
Dan akhirnya kecanduan (bahayaaa… Danger), pernah ikut test kecanduan internet blum!!!. Hasilnya aseli masih grade sedang, belum berat (tapi tetep masuk katagori kecanduan !!!).
Kalo gak dikantor? Internet darimana??? Gprs !!!! Itulah solusinya kalo lg di luar kantor.
Tapi yah untung dengan gprs (hp only, kagak mau sambung komputer) lumayan, untuk silaturahmi via imel, ceting, fesbuk dengan keluarga, rekans yang jah masih terjaga, walupun dengan koneksi yang … yah kadang-kadang lemoooot minta ampun. Mau pakai yang 3G ??? Hsdpa??? Belum kesampean , takut kagak ngebul dapur, kagak bisa beli mobil, pesawat de el el :)

Itulah karakteristik penikmat internet kelas pinggiran, nebeng di kantor plus bisa ngopi/mandi dulu sambil nunggu loading web selesai di hp.
Anda sendiri gimana?? Dari mana dapet koneksi internet????

Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan yang Lebih Tua »