Contoh pemanfaatan Geographic Information System dalam CMS Drupal, dapat dilihat di link ini.
Pil Wireless dan Ponsel Khusus Pasien Diabetes
•7 Oktober 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarTeknologi wireless ketika ditautkan ke dalam dunia kesehatan rupanya bisa bersinergi dengan baik. Sejumlah alat canggih nan menarik besutan Qualcomm ini misalnya, Pil Wireless dan ponsel khusus pasien diabetes.
Chip yang berukuran mini rupanya tidak hanya bisa dimasukkan ke dalam perangkat elektronik semisal ponsel. Tapi juga bisa disusupkan ke dalam tubuh manusia. Caranya adalah dengan menempelkannya dengan sebuah pil (obat butir) yang akan ditelan oleh manusia.
Dijelaskan oleh Don Jones, Vice President Qualcomm Health & Life Science, chip tersebut ketika sudah ditelan nantinya bukan berfungsi sebagai obat yang menyembuhkan seseorang dari suatu penyakit. Namun lebih berfungsi sebagai perangkat wireless.
“Nantinya bisa dimanfaatkan untuk bermacam-macam, seperti untuk melacak orang yang telah menelannya, sensor atau keperluan medis lainnya,” ujarnya kepada sejumlah wartawan di sela ajang Qualcomm Editor’s Day, di San Diego, Amerika Serikat.
Lain lagi dengan perangkat yang dipamerkan satunya yakni ponsel yang khusus dibuat untuk pasien diabetes. Kenapa demikian? Sebab, di bagian bawah ponsel tersebut terdapat alat tambahan yang bisa dipakai pasien untuk memeriksa kadar gula darahnya. Sehingga dapat lebih lebih efektif dalam hal pengawasan.
Dilihat sekilas, ponsel ini sama seperti ponsel lain pada umumnya. Hanya saja bagian keypad ponsel ini dibuat lebih besar. “Hal itu memang sengaja dilakukan, karena ponsel ini lebih ditujukan untuk para orang tua,” tukas Jones.
Meski bukan berasal dari industri kesehatan, Jones coba meyakinkan para pengguna bahwa alat ini dapat bekerja dengan baik dan sesuai prosedur kesehatan. Sebab untuk mengerjakannya, Qualcomm juga menggandeng sejumlah pelaku industri farmasi dan alat kesehatan untuk menjamin kualitas dari alat-alat tersebut.
Kedua produk di atas sendiri merupakan segelintir dari sederet alat kesehatan berbasis teknologi wireless yang digawangi Qualcomm. Selain itu ada Wireless Controlled Drug Delivery, Enviromental Sensors, Therapy management Systems, dan masih banyak lagi
Satu lagi website yang menghina Nabi Muhammad
•26 Agustus 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarLinknya saya dapat dari forum sebelah. Sebuah website yang menampilan komik yang menghina Nabi Kita Muhammad SAW. Ini linknya : komikmuhammad.t35.com/MuhammadMariya2.htm
Penikmat Internet Kelas Pinggiran
•23 Agustus 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarJudulnya aneh ya?, tapi kayaknya tepat buat saya sebagai rakyat indonesia yang masih beruntung dapat berkenalan dengan internet, walaupun di pinggiran.
Apa sih menariknya internet??! Banyak sekali orang ingin mengenal internet dengan berbagai alasan. Hanya sekedar iseng mengisi waktu luang? Menghidupkan kompor di dapur? Ingin silaturahmi? Ingin belajar? Cari ilmu? Sekolah di internet? Kayaknya Bisa semua ya! Termasuk mungkin cari duit tak halal xi..xi..xi..!!! .
Kembali ke masalah kelas pinggiran, ..nanti dulu! Dimulai dari sejarah dulu kayaknya. Pertama kenal internet, karena gak ada kerjaan! Asli, iseng karena luntang-lantung kagak ada kerjaan di pontianak selama 2 bulan sendirian, tanpa sanak saudara.. Sedih? …Gak juga enjoy aja!.
Selain ngitemin kulit dengan jalan kaki dari a yani-kampung bali- kapuas-gajah mada (berapa kilo ya jalan kakinya?,), yaitu ngadem di warnet telkom, lumayan abis jalan ngadem sambil browsing. Dari iseng akhirnya, silaturahmi dengan keluarga, rekans, fans nun jauh di seberang lautan (laut jawa).
Setelah ada kejelasan masa depan/kerjaan, yah nebeng deh di tempat kerjaan nginternetnya.
Dan akhirnya kecanduan (bahayaaa… Danger), pernah ikut test kecanduan internet blum!!!. Hasilnya aseli masih grade sedang, belum berat (tapi tetep masuk katagori kecanduan !!!).
Kalo gak dikantor? Internet darimana??? Gprs !!!! Itulah solusinya kalo lg di luar kantor.
Tapi yah untung dengan gprs (hp only, kagak mau sambung komputer) lumayan, untuk silaturahmi via imel, ceting, fesbuk dengan keluarga, rekans yang jah masih terjaga, walupun dengan koneksi yang … yah kadang-kadang lemoooot minta ampun. Mau pakai yang 3G ??? Hsdpa??? Belum kesampean , takut kagak ngebul dapur, kagak bisa beli mobil, pesawat de el el
Itulah karakteristik penikmat internet kelas pinggiran, nebeng di kantor plus bisa ngopi/mandi dulu sambil nunggu loading web selesai di hp.
Anda sendiri gimana?? Dari mana dapet koneksi internet????
Sudah siapkan RSUD menerima pasien flu babi?
•9 Agustus 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarKepanikan, itulah yang dialami sebuah Rumah Sakit Daerah di Pedalaman Kalbar begitu menerima kabar akan adanya pasien yang dirujuk dari perbatasan malaysia dengan diagnosa ‘FLU BABI’. Tapi di ujung kepanikan diakhiri dengan gelak tawa, menertawakan kepanikannya sendiri !.
Sebuah rumah sakit daerah di pedalaman, dengan segala keterbatasan wajar saja panik menghadapi akan datangnya pasien dengan flu babi, karena flu babi masih ada di TV kegarangannya. Bukan hanya karena keganasan flu babi (katanya), tetapi lebih karena kesiapan dari rumah sakit itu sendiri. Dari sis SDM, memang sudah ada tenaga yang dilatih untuk penanganan flu babi, tetapi tenaga yang telah dilatih tidak ada di tempat karena sedang tugas belajar, dan sayangnya materi pelatihan belum sempat di sebarluaskan lagi di rumah sakit (desiminasi). Dari segi sarana, belum ada ruangan khusus untuk perawatan pasien dengan flu babi, walaupun alat perlindungan diri (APD) sudah ada, protokol penanganan ?? Rasanya tidak mungkin tidak ada.Depkes pasti sudah menyebarkan petunjuk penanganan, walaupun tidak ada, akses internet dapat digunakan untuk informasi penanganan.





Komentar Terakhir