“Sesungguhnya kami milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya dan kami pasti akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah! Tulislah dia (yang meninggal dunia) termasuk golongan orang-orang yang berbuat kebaikan di sisi Engkau dan jadikanlah tulisannya itu dalam tungkatan yang tinggi serta gantilah ahlinya dengan golongan orang-orang yang pergi.”
25 November 2011
29 Juni 2011
“Education is not to reform students…or to make them expert technicians. It is to unsettle their minds, widen their horizons, inflame their intellects, teach them to think straight.”—Robert Maynard Hutchins
26 Juni 2011
Pernah melakukan wawancara untuk kegiatan penelitian ?. Ada beberapa metode untuk membuat transkrip wawancara :
- Yang jadul dan bikin pusing yaitu dengan ff dan rewind dengan menggunakan alat perekam kaset.
- Cara kedua dengan memindahkan rekaman hasil wawancara ke komputer. cara ini lumayan efektif dibanding cara pertama. Dengan menggunakan perangkat lunak pemutar audio di komputer, dan disaat bersamaan membuka text editor, kita bisa mengetik teks wawancara.
- Cara yang lebih efektif yaitu dengan menggunakan perangkat lunak yang didesain untuk menggabungkan dua program berbeda pada cara kedua. Programnya Audiotranskription (F4). Lumayan efekrif dibandingkan dengan cara sebelumnya. Download Gratis di http://www.audiotranskription.de/english/f4.htm. Skrinsut di bawah memperlihatkan rekaman video saat diskusi dengan tempat mengetik transkrip di sebelahnya.

- Yang lebih efektif lagi jika ada perangkat lunak yang langsung membuat teks dari suara rekaman. Ada gak ya ?
19 Maret 2011
It’s a mistery to me
we have a greed
with which we have agreed
You think you have to want
more than you need
until you have it all you won’t be free
society, you’re a crazy breed
I hope you’re not lonely without me (lagi…)
10 Februari 2011
Kalau tidak iza (anak saya) ngajak kirim undian via pos, kayaknya gak ada postingan ini. Kemarin malam, iza baca-baca (dengan dieja pasti) undian yang di dapat lewat kotak susunya. “Za, lagi apa?’, ” Pak kita kirim ini ya, ntar dapet hadiah” kira-kira seperti itu awal mulanya, sampai muncul niat buat membawanya ke kantor pos untuk mengenal cara berkirim surat, termasuk prangko dan bis surat.
Surat, kayaknya sudah lama tidak berkirim surat. Anak-anak sekarang masih kenal surat gak ya? kalau jaman dahulu sewaktu disekolah, kita dikenalkan dengan kantor pos, prangko dll, sekarang gimana?.
Era teknologi informasi mungkin sudah merubah cara orang berkomunikasi jika berjauhan. Sebelum telepon seluler terjangkau harganya, mungkin masih banyak orang yang berkirim surat, berkirim kartu lebaran, wesel atau apapun yang kantor pos layani.
Beberapa waktu lalu kalau gak salah kantor pos di jawa timur mengadakan gerakan kirim kartu lebaran, tapi kayaknya tidak begitu berpengaruh dengan keinginan masyarakat untuk kembali menggunakan jasa layanan ini.
Kayaknya mungkin kita harus mengenang waktu era teknologi informasi belum secanggih sekarang, kita berkirim surat dengan keluarga yang tinggal jauh, berburu prangko, mengirim uang melalui weselpos…
Kapan anda terakhir berkirim surat ???


